Kelompok Palestina Hamas mengecam partisipasi Israel dalam pertemuan keamanan maritim yang dipimpin Amerika Serikat di Bahrain. Laporan media turki ahad kemarin, menyebut delegasi Israel akan menghadiri acara yang akan dibuka di Manama, Bahrain Ahad depan.

Hamas melalui juru bicaranya, Hazem Qasim, menuturkan Israel dan Bahrain tidak memiliki hubungan diplomatik. Dia mengatakan upaya untuk mengintegrasikan Israel ke wilayah itu pasti akan gagal.

Qasim pun mengecam beberapa negara yang menormalkan hubungannya dengan Israel meski terjadi serangan Israel terhadap rakyat Palestina dan situs suci mereka. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Oman diperkirakan akan berpartisipasi dalam pertemuan dua hari itu.

Agenda pertemuan tersebut adalah terkait ancaman Iran yang berada di Teluk Persia. Dan untuk diketahui, pertemuan keamanan maritim di Manama adalah tindak lanjut dari konferensi anti-Iran yang dipimpin Amerika yang diadakan di Ibu kKota Polandia, Warsawa pada Februari.

Dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah berpartisipasi dalam sejumlah konferensi internasional dengan negara-negara arab, termasuk konferensi tentang lingkungan di Uni emirat pada Juli lalu dan konferensi transportasi di Oman pada November 2018.

Saat ini, Israel memang sedang berupaya membangun relasi yang lebih erat dengan negara-negara Arab. Juni lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Teluk. Dia mengklaim bahwa Israel tak lagi dianggap sebagai musuh di kawasan.  (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: