Juru bicara gerakan Islam Hamas, Profesor Fauzi Barhoum menganggap larangan tinggal bagi perwakilan Human Rights Watch, Omar Shaker oleh pemerintah Israel membuahkan preseden buruk dan berbahaya. Ia menyebut langkah itu menyentuh esensi keberadaan dan ruang lingkup kerja lembaga-lembaga kemanusiaan di dunia.

Dalam sebuah pernyataan pers, Barhoum menambahkan, deportasi Shaker mencerminkan penindasan dan permusuhan yang dilakukan Israel terhadap hak asasi manusia dan lembaga-lembaga kemanusiaan lain pada umumnya. Selain menunjukkan ketidakmampuannya untuk menghadapi kenyataan atas tingkat pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan pemerintahnya terhadap rakyat Palestina selama ini.

Dia menunjukkan, tindakan Israel bertujuan untuk mengaburkan kenyataan dan menyembunyikan pada dunia atas semua operasi penindasan serta pembunuhan terhadap rakyat Palestina.Kebijakan ini menunjukkan seolah Israel kebal dari semua hukum internasional.

Dia menekankan, tindakan Israel ini harus menjadi faktor dorongan bagi dunia internasional untuk lebih memperhatikan hak-hak rakyat Palestina.

Pasukan Israel pada hari Senin mendeportasi Omar Shaker, direktur Human Rights Watch di Palestina jajahan. Mahkamah Agung Israel memutuskan untuk mendeportasi Shaker karena telah mengkriminalisasi perusahaan agar berhenti di permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki, untuk menghindari keterlibatan dalam pelanggaran hak asasi manusia.

Keputusan deportasi ini ditujukan untuk mencegah masuknya pendukung para pemboikot Israel atau permukimannya.

Organisasi hak asasi manusia internasional mengadakan konferensi pers di hadapan CEO yang menyatakan, Shaker akan melanjutkan pekerjaannya di luar negeri untuk mendokumentasikan semua pelanggaran yang dilakukan selama ini oleh Israel.

Para deklarator menekankan, keputusan Israel yang menargetkan semua organisasi hak asasi manusia yang telah membuktikan keterlibatan Israel selama bertahun-tahun dalam kejahatan HAM, dianggap bukan lagi negara yang demokratis. (melayu.palinfo.com/admin)

%d blogger menyukai ini: