Seorang pejabat senior Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, Mousa Abu Marzook menuduh beberapa negara Arab menargetkan para anggotanya dan jaringan penggalangan dana. Mousa Abu Marzook mengatakan bahwa negara yang sama juga menargetkan pendukung Hamas yang dikenal.

Mousa Abu Marzook juga menyatakan bahwa banyak negara arab melayani agenda Amerika dan Israel. Dia menekankan bahwa Hamas tidak ikut campur dalam urusan internal negara-negara yang dimaksud. Diyakini bahwa sindiran tersebut merujuk secara khusus ke Arab Saudi dan Uni emirar arab, yang keduanya ttelah menentang gerakan Palestina dalam upaya mereka untuk menormalkan hubungan dengan Israel.

Ketika ditanya tentang upaya Hamas untuk membebaskan anggotanya yang ditahan di dunia Arab, Abu Marzook menunjukkan bahwa tindakan diplomatik adalah pilihan yang lebih disukai. Namun  ia mengakui, bahwa tidak ada perkembangan baru dalam masalah Palestina dan anggota Hamas yang ditahan di Arab Saudi.

Di antara masalah yang membuat hidup sulit bagi para pengungsi Palestina, katanya, adalah posisi yang relatif lemah dari Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina.  Menurut Mousa Abu Marzook, menyingkirkan masalah pengungsi Palestina adalah bagian dari kesepakatan abad ini yang diprakarsai amerika. Dia bersikeras, bagaimanapun, bahwa para pengungsi dan nasib mereka adalah bagian tak terpisahkan dari prinsip-prinsip perjuangan Palestina.

sumber: arrahmah

%d blogger menyukai ini: