Juru bicara Hamas Hazim Qasim mengomentari rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menganeksasi permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki. Menurut dia, langkah tersebut sangat berbahaya dan bertentangan dengan hukum internasional.

Ia juga mengatakan bahwa faksi-faksi Palestina harus menekan Otoritas Palestina untuk menghentikan kerja sama keamanan dengan pendudukan Israel. Hal ini sebagaimana dikutip media hari kemarin. Dia menegaskan bahwa rencana Netanyahu tidak akan menyurutkan semangat perjuangan rakyat Palestina.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO Hanan Ashrawi juga telah mengecam rencana Netanyahu menganeksasi permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Menurut dia, Amerika Serikat turut bertanggung jawab jika Netanyahu merealisasikan rencananya. Tindakan semacam itu dimungkinkan oleh perlindungan politik, hukum, keuangan dari pemerintahan Amerika saat ini. Diketahui duta besar Amerika untuk Israel David Friedman dan utusannya Jason Greenblatt, keduanya secara aktif mendukung perusahaan permukiman ilegal.

Pada Ahad lalu, Netanyahu mengatakan akan mencaplok bagian tepi barat sebagai bagian dari teritorial Israel.  Saat ini terdapat lebih dari 100 permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Permukiman itu dihuni lebih dari 700 ribu warga Yahudi Israel. Masifnya pembangunan permukiman ilegal, termasuk di Yerusalem Timur, dinilai menjadi penghambat terbesar untuk mewujudkan solusi dua negara antara Israel dan Palestina.

sumber: international

%d blogger menyukai ini: