Ketua Hamas Ismail Haniyah meminta umat Kristiani seluruh dunia menentang ‘kesepakatan abad ini’ yang diajukan oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Haniyah mengatakan proposal itu akan menghancurkan harapan solusi dua negara. Ia menambahkan bahwa Agresi Israel bukan hanya terhadap umat Muslim tapi juga banyak Kristiani yang juga menderita di Tepi Barat, Jalur Gaza, Yerusalem dan tempat diaspora Palestina lainnya. Hal ini sebagaimana diungkapkan Haniyeh dalam kunjungan ke Malaysia ahad kemarin.

Haniyah datang ke Putrajaya, Malaysia untuk bertemu dengan Lembaga Swadaya Masyarakat di sana. Ia mengatakan  banyak umat Kristiani yang juga menderita karena kebijakan-kebijakan kependudukan Israel.   Seperti warga Palestina lainnya hak-hak umat Kristiani di Palestina juga dilanggar.

Haniyah mengatakan ia dipenjara bersama aktivis Kristen. Selama ini, tambah Haniyah, umat Kristen di Palestina juga sangat vokal menentang kependudukan ilegal Israel. Karena itu ia mengajak umat Kristiani di seluruh dunia menentang ‘kesepakatan abad ini’ yang dibuat amerika.

Pada bulan Desember lalu Israel menolak izin umat Kristen Palestina untuk memasuki situs-situs religi seperti Yerusalem, Betlehem dan Nazareth selama Natal. Pada Jumat lalu Pangeran Charles mengungkapkan dukungannya pada warga Palestina ketika berkunjung ke Bethlehem. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: