Ekstremis sayap kanan diberikan hukuman penjara yang jauh lebih ringan di Inggris dibandingkan dengan kaum Islamis. Demikian temuan sebuah penelitian Henry Jackson Society, sebuah think tank kebijakan luar negeri.

Pelaku kriminal sayap kanan menerima hukuman sekitar 24 setengah bulan dalam kasus kebencian dan kejahatan teror di internet. Namun, kelompok Islam dijatuhi hukuman tiga kali lipat dengan hukuman penjara rata-rata 73 koma 4 bulan.

Penelitian itu menyebut faktor perbedaan hukuman karena pemerintah Inggris enggan menyebut kelompok sayap kanan sebagai “teroris.” Hal itu membuat mereka lebih sulit untuk dituntut daripada kelompok Islam.

Laporan itu melihat lebih dari 100 kasus pengadilan terkait dengan ekstremisme online antara 2015 dan 2019, dan mengurutkan pelanggaran menjadi enam pita, berdasarkan 20 indikator.

Laporan tersebut, yang ditugaskan oleh Facebook, bertujuan untuk mengembangkan cara-cara baru mengidentifikasi mereka yang menyalahgunakan platform media sosial untuk menyebarkan ekstremisme dan kebencian. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: