Sumatera Utara – Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara atau USU, Agung Kurnia Ritonga dituntut dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara, karena telah menyebarkan kebencian bernuansa Suku Ras Agama dan Antargolongan atau SARA melalui Instagram.

Tuntutan terhadap Agung disampaikan Jaksa Penuntut Umum, Rahmi Shafrina, di Pengadilan Negeri Medan, pada Selasa 26 februari kemarin.

Pihaknya meminta agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menghukum terdakwa Agung Kurnia Ritonga dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

JPU menyebutkan sejumlah pertimbangan yang memberatkan terdakwa. Perbuatan Agung dinilai dapat memecah kerukunan umat beragama.

Setelah mendengarkan tuntutan, majelis hakim menunda persidangan. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa.

Dalam perkara ini, Agung didakwa telah dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan.

Agung menuliskan pernyataan yang menghina Alloh ketika mengomentari orang-orang yang marah karena bendera tauhid dibakar. Ketika itu memang sedang ramai berita pembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat.

Perbuatan Agung sempat memantik kemarahan massa. Ratusan warga yang mengetahui postingan pemuda itu spontan mendatangi rumahnya di Jalan Puri Medan. Namun, mahasiswa semester itu telah dibawa keluarganya menyelamatkan diri.

Warga pun melaporkan Agung ke Polda Sumut. Dia kemudian ditahan dan diadili.

Ibunda Agung mengaku tuntutan hukum terhadap anaknya adalah hal yang wajar. Menurutnya, anaknya memang bersalah telah melakukan penghinaan. (arrahmah/admin)

%d blogger menyukai ini: