Otoritas Islam yang mengawasi situs-situs suci Muslim di Yerusalem telah mengumumkan bahwa Masjid Al-Aqsho akan ditutup untuk para jamaah sebagai tindakan pencegahan terhadap corona virus baru. Akan tetapi pelaksanaan shalat di luar ruangan masih akan diizinkan di kompleks Situs tersuci ketiga bagi umat Islam tersebut. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh direktur Masjid Al-Aqsha, Omar Kiswani, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Pada hari Sabtu sebelumnya, Kementerian Awqaf dan Urusan Agama memerintahkan masjid dan gereja ditutup di semua kegubernuran di wilayah Palestina yang diduduki sampai pemberitahuan lebih lanjut. Tindakan ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengekang penyebaran virus corona jenis baru.

Masjid-masjid di Tepi Barat yang diduduki menyerukan melalui pengeras suara bagi umat Islam untuk melakukan sholat di rumah daripada di masjid, yang bertujuan untuk membatasi pertemuan.

Juru bicara Otoritas Palestina Ibrahim Melhem mengatakan tiga kasus dari virus corona dikonfirmasi di Tepi Barat yang diduduki pada hari Sabtu, meningkatkan jumlah total infeksi menjadi 38 kasus.

Pejabat Palestina mengkonfirmasi kasus pertama terjadi di Betlehem pada 5 Maret, kemudian menyatakan keadaan darurat dan menutup Gereja Kelahiran Betlehem, sementara tentara ‘Israel’ menutup kota.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengumumkan pengurungan 30 hari untuk mengatasi wabah penyakit mematikan tersebut. Taman umum, lokasi wisata, sekolah, dan fasilitas pendidikan telah ditutup dan semua pertemuan besar termasuk acara olahraga dan konferensi telah dibatalkan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan ‘Israel’ mengumumkan pada hari Minggu bahwa 200 orang ‘Israel’ dinyatakan positif terkena virus corona. (arrahmah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: