Presiden Honduras Huan Orlando Hernandez akan mengunjungi Israel. Ia akan membuka ‘kantor diplomatik’ Honduras di Yerussalem.

Kantor diplomatik di wilayah yang penuh gejolak itu akan menjadi perpanjangan kedutaan besar Honduras di Tel Aviv.

Hernandez menyatakan bahwa langkahnya ini merupakan pengakuan Yerussalem sebagai ibu kota Israel.

Kementerian Luar Negeri Honduras dalam pernyataannya mengatakan Israel sudah meminta Honduras memindahkan kedutaan ke Yerussalem. Permintaan itu tengah dianalisis dan evaluasi dalam konteks internasional dan nasional.

Deklarasi Presiden Amerika Serikat, Donald Tramp memindahkan kedutaan besarnya ke Yerussalem tahun lalu, memicu amarah internasional, merusak hubungan Negeri Paman Sam dengan Pemerintah Otoritas Palestina.

Guetemala dan Paraguay mengikuti langkah Amerika tersebut. Sementara Brasil mengatakan tengah mempelajari kemungkinan serupa. Paraguay menarik kembali keputusan itu setelah empat bulan.

Memindahkan kedutaan besar ke Yerussalem menjadi sesuatu yang membahayakan. Israel mengaku seluruh Yerussalem sebagai ibu kota mereka. Sementara, Palestina melihat sebelah timur Yerussalem sebagai ibu kota mereka di masa depan.

sumber: international

%d blogger menyukai ini: