Organisasi Hai’ah Tahrir Al-Syam atau HTS, meminta dua desa di pedesaan Idlib timur dikosongkan sepenuhnya. Hal itu untuk menghindari korban lebih banyak karena dua desa itu berada di garis depan yang memisahkan kontrol wilayah rezim dan oposisi.

Dua desa itu adalah desa Halaban yang terletak di sebelah timur Ma’arrot Nukman dan desa Asy-Syiyadah yang berada di Jirjanaz dan Ash-Shirman.

Kholed al-Kholaf, aktivis media di daerah itu, menjelaskan bahwa alasan permintaan pengosongan dua desa tersebut antara dua alasan; karena lokasi dua desa itu dekat dengan wilayah kontrol rezim atau untuk menghentikan penyelundupan dari wilayah rezim ke daerah kontrol oposisi.

Dia menambahkan bahwa beberapa keluarga telah meninggalkan dua desa tersebut setelah pengumuman HTS.

Keputusan HTS ini keluar di saat pasukan Assad mengintensifkan serangan terhadap zona demiliterisasi yang disepakati antara Rusia dan Turki pada September 2018.

Kedua desa tersebut berada di zona demiliterisasi, di mana pasukan Assad memfokuskan serangan sehingga membuat sebagian besar dari mereka mengungsi.

Nasib provinsi Idlib yang sepenuhnya dikontrol oposisi ke depan masih belum bisa diprediksi. Pasukan Assad terus melanggar perjanjian Turki-Rusia sementara Turki terus menggelar patrol sebagaimana kesepakatan.

%d blogger menyukai ini: