Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan hubungan antara negaranya dan Israel sedang berada pada titik terendah sepanjang masa. Yordania, kata dia, tidak sepenuhnya menuai keuntungan dari perdamaian diplomatik yang telah berjalan 25 tahun. Hal ini diungkapkan Safadi saat menghadiri konferensi keamanan di Bahrain, Sabtu kemarin.

Dia pun mengisyaratkan bahwa Israel tidak menghormati situs-situs Kristen dan Islam di Yerusalem. Di bawah perjanjian damai, Israel mengakui Raja Yordania Abdullah sebagai penjaga situs-situs tersebut. Akan tetapi Israel melakukan pelanggaran terhadap status quo dari situs-situs tersebut.

Safadi kemudian mengkritik berlanjutnya kendali militer Israel atas Tepi Barat dan langkah-langkah sepihak, termasuk pembangunan permukiman, yang mengakibatkan negara Palestina sulit terbentuk. Safadi menekankan bahwa untuk mencapai perdamaian, pendudukan harus berakhir.

Komentar Safadi sama seperti yang diutarakan Raja Abdullah. Dia telah mengatakan bahwa hubungan Yordania dengan Israel berada pada titik terburuk sejak penandatanganan perjanjian damai pada tahun 1994. (internasional/.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: