Perlu diketahui dulu bahwa Ziarah kubur adalah sebuah amalan yang disyari’atkan. Dari Buraidah Ibnul Hushaib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah (HR. Muslim no. 977. Lihat Bahjatun Nazhirin (1/583)

Kemudian karena ziarah kubur merupakan salah satu ibadah yang disyariatkan, maka  sebagaimana ibadah lain, ziarah kubur pun hukum asalnya terlarang kecuali sebagaimana yang dicontohkan Rosululloh sholallohu alaihi wasallam. Adapun mengenai pembacaan Al-Fatihah untuk si mayit ketika ziarah kubur, maka hal ini tidak sama sekali dicontohkan oleh Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam. Dan ini berarti tidak diperkenankan seorang muslim melakukan ibadah diluar ibadah yang telah dicontohkan Nabi, bahkan hukumnya terlarang.

Adapun doa atau bacaan  yang telah diajarkan Nabi sholallohu alaihi wasallam dalam berziarah kubur diantaranya,

  • Mengucapkan salam ketika masuk kompleks pekuburan

“Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan mereka (para shahabat) jika mereka keluar menuju pemakaman agar mengucapkan :

Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Alloh merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Alloh akan menyusul kalian, kami memohon kepada Alloh keselamatan bagi kami dan bagi kalian” (HR. Muslim no. 974)

  • Mendo’akan mayit jika dia seorang muslim

Dalam hal ini tidak ada doa khusus yang diajarkan syari’at, maka yang dimaksud doa disini adalah mendoakan kebaikan untuk penghuni kubur dan tidak boleh mengkhususkan doa tertentu atau membaca surat tertentu. Adapun jika mayit adalah orang kafir, maka tidak boleh mendo’akannya.

  • Tidak mengucapkan al hujr

Imam An Nawawi rohimahulloh berkata bahwa al hujr adalah ucapan yang bathil. Dan apa yang orang-orang awam lakukan ketika berziarah semisal berdo’a pada mayit, beristighotsah kepadanya, dan meminta sesuatu kepada Alloh dengan perantaranya, adalah termasuk al hujr yang paling berat dan ucapan bathil yang paling besar. Maka wajib bagi para ulama untuk menjelaskan kepada mereka tentang hukum Alloh dalam hal itu. Dan memahamkan mereka tentang ziarah yang disyari’atkan dan tujuan syar’i dari ziarah tersebut” [Lihat Ahkaamul Janaa-iz hal.227, Maktabah Al Ma’arif]. Wallohu a’lam.

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: