Dosa adalah satu perbuatan yang diharamkan oleh Allah Ta’ala atas hamba-hamba-Nya. Menjauhi perbuatan-perbuatan dosa adalah bentuk ketakwaan seorang hamba kepada Allah Ta’ala. Karena hakikat takwa adalah menjalankan perintah-perintah Allah Ta’ala dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Ditinjau dari sisi besar dan kecilnya suatu dosa, maka dosa terbagi menjadi dua kategori. Yaitu dosa besar dan dosa kecil. Pembagian dosa menjadi dosa besar dan dosa kecil ini berdasarkan firman Allah:

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

“Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kapada kalian mengerjakannya, niscaya Kami hapus dosa-dosa kecil kalian dan Kami masukkan kalian ke tempat yang mulia.” (QS. an-Nisa [4]: 31)

Dalam kitab Syu’abul Iman karya Imam al-Baihaqi, diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa beliau berkata:

لَا كَبِيرَةَ بِكَبِيرَةٍ مَعَ الِاسْتِغْفَارِ، وَلَا صَغِيرَةَ بِصَغِيرَةٍ مَعَ الْإِصْرَارِ

“Tidak ada dosa besar dengan beristighfar dan tidak ada dosa kecil (jika dilakukan) dengan terus-menerus.”

 

  1. Dosa Besar (Kabirah)

Dosa besar adalah setiap dosa yang mengharuskan adanya hukuman had di dunia atau yang diancam oleh Allah dengan Neraka atau laknat atau murka-Nya. Adapula yang berpendapat, bahwa dosa besar adalah setiap maksiat yang dilakukan seseorang dengan terang-terangan (berani) serta meremehkan dosanya.

 

Contoh dosa besar adalah sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ». قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: «الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ».

Abu Hurairah  meriwayatkan hadits bahwa Rasulallah bersabda, “Jauhilah oleh kalian tujuh dosa besar yang menghancurkan.” Dikatakan kepada beliau, “Wahai Rasulallah, apa saja dosa-dosa tersebut?” Beliau bersabda, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan cara yang benar, memakan harta anak yatim, memakan harta riba, lari dari medan perang, dan menuduh berzina terhadap wanita yang suci.”

  1. Dosa Kecil (Shoghirah)

Dosa kecil adalah segala dosa yang tidak mempunyai hukuman had di dunia, juga tidak terkena ancaman khusus di akhirat. Adapula yang berpendapat bahwa dosa kecil adalah setiap kemaksiatan yang dilakukan karena alpa atau lalai dan tidak henti-hentinya orang itu menyesali perbuatannya, sehingga rasa kenikmatannya dengan maksiat tersebut terus memudar.

Contoh dosa kecil adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya sebagai berikut:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ ».

Abu Hurairah meriwayatkan hadits bahwa Rasulullah bersabda: “Dicatat atas anak cucu Adam bagiannya dari zina. Pasti dia mendapatkannya tidak mungkin tidak. Dua mata zinanya adalah memandang. Dua telinga zinanya adalah mendengar. Lisan zinanya adalah berbicara. Tangan zinanya adalah memegang. Dua kaki zinanya adalah melangkah. Hati adalah menginginkan dan mendambakan. Hal itu dibenarkan oleh kemaluan atau didustakannya.” (HR. Muslim)

Menurut pandangan Ahlussunnah wal Jama’ah dan ini adalah pandangan yang tepat lagi benar. Yaitu sesungguhnya orang yang melakukan dosa besar tidaklah menjadi kafir jika dia termasuk ahli tauhid. Tetapi, ia adalah seorang mukmin dengan keimanannya dan fasik dengan dosa besarnya. Pelaku dosa besar berada di bawah kehendak Allah . Apabila Allah berkehendak, Dia mengampuninya dan apabila Dia berkehendak pula, maka Dia menyiksanya di Neraka karena dosanya. Kemudian Allah mengeluarkannya dan tidak menjadikannya kekal di Neraka.

Dalam masalah hukum pelaku dosa besar, terdapat pandangan yang salah dari paham dan aliran sesat yang ekstrim dalam hal ini. Mereka adalah:

  1. Murji’ah:Menyatakan bahwa maksiat tidak membahayakan (berpengaruh buruk) bagi orang beriman. Sebagaimana ketaatan tidak bermanfaat bagi orang kafir.
  2. Mu’tazilah:Mengatakan bahwa orang yang berdosa besar ini tidak mukmin dan tidak juga kafir. Tetapi ia berada pada tingkatan yang ada diantara dua tingkatan tersebut. Namun demikian, apabila ia keluar dari dunia tanpa bertaubat maka ia kekal di Neraka.
  3. Khawarij:Mengatakan bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir dan kekal di Neraka.

Sebagaimana yang telah disampaikan terkait hukum pelaku dosa besar yang benar adalah pandangan Ahlussunnah wal Jama’ah. Yaitu pelaku dosa besar tidaklah kafir selama masih bertauhid. Pelaku dosa besar adalah seorang mukmin yang kurang sempurna imannya.

Di antara dalil yang dijadikan sandaran oleh Ahlussunnah adalah firman Allah dalam surat al-Hujurat ayat ke 9

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا

“Jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya.”

Sisi pendalilan dari ayat ini adalah Allah tetap mengakui keimanan pelaku dosa peperangan dari orang-orang mukmin. Bahkan, Allah memerintahkan orang-orang mukmin untuk mendamaikan antara saudara-saudara mereka seiman.

Dalil kedua adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Said al-Khudri bahwa Rasulullah bersabda, “Allah memasukkan penduduk Surga ke dalam Surga. Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki dengan rahmatNya. Dia memasukkan penduduk Neraka. Kemudian berfirman, ‘Lihatlah, orang yang engkau dapatkan dalam hatinya iman seberat biji sawi maka keluarkanlah ia.’ Maka, dikeluarkanlah mereka dari Neraka dalam keadaan hangus terbakar. Lalu mereka dilemparkan ke dalam sungai kehidupan atau air hujan. Maka, mereka tumbuh di situ seperti biji-bijian yang tumbuh di pinggir aliran air. Tidakkah engkau melihat bagaimana ia keluar berwarna kuning melingkar?” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Sisi pendalilan dari hadits ini adalah tidak kekalnya orang-orang yang berdosa besar di Neraka. Bahkan, orang yang dalam hatinya terdapat iman yang paling rendah pun akan dikeluarkan dari Neraka, dan iman seperti ini tidak lain hanyalah milik orang-orang yang penuh dengan kemaksiatan dengan melakukan berbagai larangan serta meninggalkan

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: