Boleh-boleh saja kita mengerjakan shalat witir tiga raka’at sekaligus dengan sekali salam tanpa duduk tahiyyat awal dan salamnya di raka’at terakhir Akan tetapi yang lebih afdhal atau lebih utama adalah mengerjakan shalat witir dengan dua raka’at terlebih dahulu secara terpisah kemudian salam lalu ditambah satu raka’at lagi sehingga berjumlah tiga raka’at Inilah yang lebih afdhal.

Akan tetapi jika seseorang mengerjakan shalat witir tiga raka’at sekaligus dengan sekali tahiyat maka itu juga diperbolehkan, Adapun hadits mengenai keutamaan shalat malam dengan jumlah dua roka’at sekali salam adalah Berdasarkan keterangan Ibnu Umar bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah “Wahai Rasulullah bagaimanakah shalat malam itu?” Maka Rasulullah menjawab

« مَثْنىَ مَثْنىَ فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ »

Dua rakaat – dua rakaat Apabila kamu khawatir mendapati subuh maka hendaklah kamu shalat witir satu rakaat”. (Hadits riwayat bukhori). Juga sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits dengan periwayat yang sama di situ disebutkan bahwa.

« صَلاَةُ اللَّيْلِ وَ النَّهَارِ رَكْعَتَانِ رَكْعَتَانِ »

“Shalat malam hari dan siang hari itu dua rakaat – dua rakaat” Adapun mengenai shalat witir yang dilaksanakan tiga rokaat sekaligus menjadi satu kali salam juga memiliki dalil yang jelas. Hal ini Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Aisyah beliau berkata

Rasulullah tidak pernah menambah bilangan pada bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan selain Ramadhan dari 11 Rakaat Beliau shalat 4 rakaat maka jangan ditanya tentang kebagusan dan panjangnya kemudian shalat 4 rakaat lagi maka jangan ditanya tentang bagus dan panjangnya kemudian shalat witir 3 rakaat” (Hadits ini diriwayatkan oleh imam muslim).

%d blogger menyukai ini: