New York, Amerika Serikat – Yaman menghadapi krisis kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah. Komite Penyelamatan Internasional atau IRC menyatakan bahwa dana yang diperlukan untuk menanggulangi krisis tersebut senilai 4,2 miliar dolar atau sekitar 58,6 triliun rupiah.

Kendati demikian, lembaga yang berbasis di Amerika serikat tersebut menambahkan bahwa jika dana itu terkumpul, hanya bisa menyelamatkan nyawa orang-orang Yaman, namun tidak dapat menyelesaikan krisis di negara itu.

Presiden IRC, David Miliband mengatakan bahwa penderitaan rakyat Yaman yang tak terbayangkan menuntut lebih dari pendanaan. Juga menuntut tekanan internasional untuk menghilangkan hambatan politik dan birokrasi yang menjaga bantuan dari tangan orang-orang Yaman yang kelaparan.

Lebih dari 24 juta orang, hampir 80 persen dari seluruh populasi Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan. Kondisinya semakin memburuk dengan laju yang hampir tidak pernah terjadi sebelumnya.

Dengan 10 juta orang di ambang kelaparan, David mengatakan lembaganya melakukan segala hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kelaparan, mencegah kelaparan dan melindungi populasi yang rentan.

Tetapi ia mengaku pihaknya menghadapi hambatan terus-menerus untuk operasinya termasuk pembatasan impor kritis, penutupan pelabuhan laut dan udara yang vital, dan pembatasan pergerakan staf dan pasokan kemanusiaan ke dan di sekitar negara. (kiblat/admin)

%d blogger menyukai ini: