Pemerintah India secara resmi akan membagi wilayah Jammu-Kashmir menjadi dua wilayah federal pada hari ini.  Hal itu menjadi upaya India memperkuat kontrolnya atas wilayah yang disengketakan dengan Pakistan tersebut.

Wilayah dibagi menjadi wilayah Jammu Kashmir, dan Ladakh.  Hari ini India akan melantik Murmu, seorang birokrat dari Negara Bagian Gujarat sebagai letnan gubernur pertama dari wilayah persatuan Jammu-Kashmir. India juga telah menunjuk Radha Krishna Mathur untuk menjabat sebagai letnan gubernur Ladakh.

Ladakh adalah wilayah dataran tinggi yang didominasi umat Buddha. Ladakh kerap bergolak karena berusaha melepaskan diri dari Kashmir. Masyarakat di sana menilai, kekacauan di Kashmir telah merusak prospek pertumbuhan ekonomi mereka. Itu menjadi alasan utama mereka ingin memisahkan diri.

Pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi berharap meningkatkan investasi pariwisata dan infrastruktur di Ladakh. Sementara di wilayah Jammu yang didominasi Hindu, ada harapan bahwa pengambilalihan oleh pemerintah federal akan mengarah pada pembangunan serta mengalihkan fokus dari lembah Kashmir, tempat pemberontakan berpusat.

India mencabut status khusus Kashmir pada 5 Agustus lalu. Langkah itu segera memicu aksi protes dan demonstrasi. Masyarakat di sana menolak status khusus dicabut karena khawatir dapat mengubah komposisi demografis Kashmir yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Guna meredam demonstrasi, India mengerahkan pasukan ke sana. Jaringan televisi dan telekomunikasi, termasuk internet, sempat diputus. Tak hanya itu, India pun mendirikan pos jaga serta memberlakukan jam malam. Kashmir diisolasi dari dunia luar.

https://internasional.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: