Mahkamah Agung India memberikan lokasi Masjid Babri yang dipersengketakan dengan sengit kepada umat Hindu pada hari sabtu kemarin. Hal ini berarti mahkamah agung India memberikan kekalahan kepada umat Islam yang juga mengklaimnya dan telah memicu beberapa kerusuhan paling berdarah dalam sejarah India.

Keputusan dalam perselisihan antara kelompok Hindu dan Muslim berakhir dengan rencana pembangunan kuil Hindu di lokasi di kota utara Ayodhya. Pembangunan kuil ini telah lama didukung oleh partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janta, yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi.

Perwakilan dari kelompok Muslim yang terlibat dalam kasus ini mengkritik putusan tersebut dan menyebutnya tidak adil. Mereka mengatakan kemungkinan akan meminta peninjauan kembali terhadap putusan tersebut.

Pada 1992, gerombolan Hindu menghancurkan Masjid Babri yang telah dibangun sejak abad ke-16 di lokasi tersebut, memicu kerusuhan di mana sekitar 2 ribu orang, sebagian besar Muslim, terbunuh di seluruh negeri.

Umat hindu India merayakan kemenangan mereka dengan kembang api dan kampanye. Ribuan anggota pasukan paramiliter dan polisi dikerahkan di Ayodhya dan daerah sensitif lainnya di seluruh India. Tidak ada laporan kerusuhan terjadi. Pembatasan ditempatkan pada pertemuan di beberapa tempat dan layanan internet ditangguhkan. Di tempat lain, polisi memantau media sosial untuk meredam rumor.

Kelompok Muslim Sunni yang terlibat dalam kasus itu mengatakan kemungkinan akan mengajukan petisi peninjauan, yang dapat memicu pertempuran hukum yang berlarut-larut. arrahmah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: