Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok atau KTT GNB Ke-18 di Baku, Azerbaijan, delegasi Indonesia membawa isu Palestina. Bagi Indonesia isu kemerdekaan Palestina telah menjadi prioritas selama masa jabatan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Duta Besar RI untuk Republik Azerbaijan, Husnan Bey Fanani menyatakan pentingnya negara anggota GNB untuk mendukung peran Palestina dalam berbagai organisasi internasional termasuk kepemimpinan Palestina di G77 tahun ini.

Pertemuan KTT GNB dihadiri 21 kepala negara dan kepala pemerintahan, serta 49 pejabat pada tingkat menteri dan kepala parlemen, serta delegasi lebih dari 121 negara anggota, pengamat GNB dan negara tamu.

Selain Palestina, para kepala negara membahas isu pokok mengenai relevansi dan penghormatan terhadap Dasasila Bandung, pengentasan kemiskinan, perubahan iklim, keamanan siber, pemberantasan terorisme dan upaya menentang uni-lateralisme.

Pertemuan menyepakati sejumlah dokumen keluaran utama, di antaranya Deklarasi Politik GNB untuk isu Palestina.

GNB adalah organisasi internasional yang terdiri dari 120 negara dan bertujuan untuk menjamin perdamaian internasional serta kemerdekaan, kedaulatan dan integritas territorial negara anggotanya. Indonesia merupakan salah satu pendiri GNB dan menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. /internasional.republika.co.id/admin

%d blogger menyukai ini: