Menteri Agama Fachrul Razi beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke Makkah, Arab Saudi untuk menandatangani MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441 hijriyah atau 2020 masehi. Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk melobi Pemerintah Arab Saudi agar kuota dasar jemaah haji Indonesia ditetapkan menjadi 231 ribu. Hal ini sebagaimana diungkapkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar usai mendampingi Menag dalam penandatangaan MoU Penyelenggaraan Haji di Makkah, Senin malam kemarin.

Menurut Nizar, lobi dan surat ini diperlukan karena hitungan kuota dasar Indonesia yang tertuang dalam MoU penyelenggaraan ibadah haji tahun mendatang masih sebesar 221 ribu, meski ada penjelasan juga bahwa pemerintah Indonesia meminta tambahan kuota dasar. Dari hasil pembahasan dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Haji, permintaan ini akan dipertimbangkan.

Sampai dengan tahun 2016, kuota dasar jemaah haji Indonesia berjumlah 211 ribu. Penentuan kuota haji ini mengacu kepada kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam pada 1987 di Amman, Jordania. Hitungannya, dari seribu orang penduduk muslim di suatu negara, hanya satu orang yang punya kesempatan berhaji.

Nizar menambahkan Tahun 2019, Raja Salman kembali memberikan tambahan kuota jemaah haji Indonesia sehingga menjadi 231 ribu Menteri Agama meminta agar jumlah itu dijadikan kuota dasar jemaah haji Indonesia. Nizar menambahkan bahwa penambahan kuota haji menjadi salah satu concern Kementerian Agama. Ini mengingat antrian jemaah haji Indonesia terus memanjang.

https://www.kiblat.net/

%d blogger menyukai ini: