Xinjiang, Cina – Warga Muslim Uighur di seluruh dunia pada Rabu kemarin mendesak Beijing untuk merilis video keluarga mereka di Provinsi Xinjiang Cina atau Turkistan Timur sehingga mereka dapat mengetahui nasib dan keadaan keluarga mereka.

Di bawah kampanye tanda pagar atau tagar Me Too Uyghur, yang dimulai di Twitter, Uighurs di seluruh dunia meminta Beijing untuk merilis video kerabat yang belum pernah mereka dengar kabarnya.

Muhammad Atawulla, seorang Uighur, adalah salah satu di antara mereka yang mencari informasi dari Cina tentang kerabatnya di barat laut Xinjiang, wilayah otonomi negara itu.

Permintaan dan desakan itu berdatangan setelah datang kabar penyair Turki Aburrehim Heyit meninggal di tahanan. Hal ini sebagaimana diungkapkan media turki hari rabu kemarin.

Turki pada Sabtu pekan lalu mengecam kebijakan asimilasi sistematis rezim Cina untuk Uighur. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Hami Aksoy, menyebut Cina sangat memalukan bagi kemanusiaan. Turki mendesak pemerintah Cina untuk menghormati hak asasi manusia fundamental Uighur dan menutup kamp konsentrasi.

Wilayah Xinjiang Cina dihuni sekitar 11 juta warga Uighur. Kelompok Muslim yang membentuk sekitar 45 persen dari populasi Xinjiang itu. otoritas Cina sudah melakukan diskriminasi budaya, agama dan ekonomi. (salam-online/admin)

%d blogger menyukai ini: