Pemimpin gerakan Islam Hamas, Ismail Haniyyah mengatakan, pertempuran dengan Israel belum berakhir, meskipun gelombang baru serangan atas Jalur Gaza telah berakhir. Israel dan kelompok Jihad Islam pada akhir pekan lalu telah menekan perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran selama kurang lebih satu pekan.

Pernyataan Ismail datang setelah dia menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga Abu Malhous yang kehilangan delapan anggotanya akibat eskalasi kekerasan antara Israel dan Jihad Islam. Hal ini diungkapkan ismail seperti dilansir Xinhua, Senin kemarin.

Seorang pemimpin senior Jihad Islam, Khaled al-Batsh, mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bahwa Israel tidak menjanjikan apa pun untuk menghentikan penyerangan.

Dia memperingatkan Netanyahu agar tidak memanipulasi perjanjian gencatan senjata yang dicapai di bawah naungan Mesir dan PBB. (suaraislam.id/admin)

%d blogger menyukai ini: