Sejumlah sumber Israel mengungkap, penjajah Israel hanya mengizinkan bagi 1 persen warga Palestina mendapatkan izin membangun di kawasan C Tepi Barat, dalam rentang tahun 2016  hingga 2018. Kawasan C menempati sekitar 60 persen wilayah Tepi Barat terjajah, dan berada dalam kendali penuh Israel, berdasarkan perundingan OSLO antara organisasi pembebasan Palestina dan penjajah Israel tahun 1993.

Menurut surat kabar Haaretz Israel edisi Rabu kemarin, warga Palestina telah mengajukan lebih dari 400  izin mendapatkan sertifikat di kawasan C Tepi Barat.

Disebutkan bahwa departemen sipil yang berafiliasi kepada militer Israel menyetujui hanya 21 permohonan saja. ini artinya hanya 1 persen dari semua pengajuan.

Dalam konteks terkait, penjajah Israel menerbitkan lebih dari dua ribu instruksi penggusuran bangunan Palestina di kawasan C, dengan dalih melanggar aturan tata kota, seperti dinyatakan departemen urusan sipil Israel.

Sejak tahun 2000 sampai 2018, warga Palestina mengajukan lebih dari enam ribu sertifikat membangun di kawasan C, dan hanya 210 yang mendapatkan persetujuan, atau sebanyak 3 persen dari jumlah pengajuan. Dunia internasional menganggap kawasan C sebagai bagian dari wilayah Tepi Barat dan masuk kategori Negara Palestina.

Mayoritas mereka menganggap permukiman Israel di wilayah C sebagai tindakan illegal berdasarkan konvensi Jenewa , yang melarang otoritas penjajah memindahkan warga Israel ke wilayah jajahan.

https://melayu.palinfo.com/news/

%d blogger menyukai ini: