Para tahanan di pusat penahanan Ofer terus mengalami pembatasan intimidasi dan tekanan luar biasa hingga pekan ketiga oleh badan administratif Israel. Hingga kini perwakilan tawaan masi melakukan negosiasi dengan pemerintah Israel guna menemukan solusi sebelum meningkat ke angkah-langkah militan.

Otoritas Tahanan dan mantan tawanan Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan persnya Kamis kemarin bahwa administrasi penjara Israel telah menggelar pembatasan baru terhadap para tahanan di sebagian besar penjara. Intimidasi dan pembatasan berupa penarikan barang makanan, mengurangi pengeluaran untuk makanan dan daging, melarang tahanan menggunakan seprai berwarna dan hanya mengizinkan penutup warna tunggal. Mereka mengklaim tahanan hidup dalam kemewahan yang berlebihan.

Dia menjelaskan, jumlah daging dan makanan tidak mencukupi untuk menutupi semua kebutuhan tahanan di Ofer. Dia mencatat, Administrasi Penjara Israel menerapkan kondisi hukuman kolektif bagi para tahanan di dalam penjara.

Administrasi Penjara secara sistematis dan terus menerus berupaya melakukan tekanan terhadap para tahanan Palestina dan mengurangi kebutuhan mereka ke tingkat paling rendah. Langkah ini diambil setelah Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Gilad Ardan membentuk Komite penarikan fasilitas tahanan.

Komisi mencatat penerapan langkah-langkah ketat terhadap para tahanan diantaranya termasuk pembatasan gerakan di dalam departemen, durasi dan hari libur, batasan kunjungan keluarga, pembatasan jumlah dan kualitas makanan, jumlah air yang tersedia, jumlah buku, pendidikan dan belajar. (palinfo.com/admin)

%d blogger menyukai ini: