Komite perencanaan dan urusan sipil Israel, menyetujui pembangunan 182 unit koloni zionis di kawasan Lembah Jordan.

Surat kabar Yediot Ahronot zionis menyebutkan, persetujuan tersebut merupakan realisasi dari keputusan pemerintah Israel pada 15 September lalu, untuk memberikan legalitas bagi koloni Mavoot Yareho yang berdekatan dengan Jerikho. Persetujuan tersebut membuat koloni yang sebelumnya illegal menjadi legal, dan diberikan izin pembangunan di dalam koloni tersebut.

Lembah Jordan merupakan wilayah subur yang berbatasan langsung dengan  kota Al-Quds, berada dalam pendudukan zionis Israel. Banyak koloni zionis bertebaran secara illegal yang kemudian dilegalkan oleh penjajah Israel. Sementara penduduk asli Palestina banyak yang diusir paksa oleh para pemukim dan pasukan Israel.

Baru-baru ini pemerintah Israel berencana menggabungkan Lembah Jordan dan Tepi Barat ke dalam kekuasannya, namun mendapat penentangan dari masyarakat internasional, termasuk Eropa.

Pembangunan koloni zionis menjadi penghambat utama perundingan antara otoritas Palestina dan penjajah Israel yang disponsori PBB. Hampir setiap hari penjajah Israel memperluas kekuasaannya di wilayah-wilayah yang menurut PBB berada dalam kendali otoritas Palestina.

Namun pelanggaran yang dilakukan Israel tak membuat PBB menerapkan resolusi yang diterbitkannya. Sehingga makin membuat Israel berani meningkatkan pelanggaran di wilayah Palestina. (palinfo.com/admin)

%d blogger menyukai ini: