Pusat Informasi Palestina | Pada hari Ahad 26 Juni lalu, Pengadilan Israel di al-Quds menunda pengadilan atas Syadi Farah, bocah berusia 12 tahun asal al-Quds yang menjadi tawanan terbuka di dunia, sampai pada tanggal 7 September 2016 yang akan datang.
Disebutkan bahwa Syadi berasal dari desa Kafer Aqab di al-Quds. Bocah tersebut ditahan sejak lebih dari enam bulan lalu. Pihak Israel menahannya dengan dalih-dalih dan klaim-klaim dusta. Dia dituduh berniat melakukan aksi penikaman yang ditemani oleh rekannya bernama Ahmad Za’tari.
Sebelumnya ayah Syadi menegaskan bahwa anaknya mengalami penyiksaan dari para petuga interogasi, meskipun dia masih kecil. Dia menyerukan agar anaknya dibebaskan.

%d blogger menyukai ini: