Assalamu ‘alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ, أمّا بَعْدُ

Senang sekali kita bisa berjumpa kembali dalam rubrik Tazkiyatun Nafs. Pada kesempatan kali ini, kita akan kembali melanjutkan pembahasan mengenai “Istigfar dan taubat termasuk kunci rezeki”.

Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih bahwasanya ia berkata, “Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan bumi, maka beliau berkata kepadanya, “Ber-istighfarlah kepada Alloh. Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, “Ber-istighfarlah kepada Alloh. Yang lain lagi berkata kepadanya, “Do’akanlah aku kepada Alloh, agar Ia memberiku anak, maka beliau mengatakan kepadanya, “Ber-istighfarlah kepada Alloh. Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan pula kepadanya, ”Ber-istighfarlah kepada Alloh”.

Dalam riwayat lain disebutkan, “Maka Ar-Robi’ bin Shabih berkata kepadanya, “Banyak orang yang mengadukan macam-macam perkara dan Anda memerintahkan mereka semua untuk ber-istighfar. Maka Al-Hasan Al-Bashri menjawab, “Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Alloh telah berfirman dalam Qur’an Surat Nuh ayat 10 sampai 12, yang artinya,

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai- sungai”.

Allohu Akbar, Betapa agung, betapa besar dan banyak buah dari istighfar.

Alloh berfirman, di dalam Qur’an Surat Hud ayat 11, yang menceritakan tentang seruan Nabi Hud kepada kaumnya agar ber-istighfar, yang artinya,

“Dan Hud berkata, Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”.

Al-Hafiz Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat yang mulia ini menyatakan, “Kemudian Nabi Hud memerintahkan kaumnya untuk ber-istighfar yang dengannya dosa-dosa yang lalu dapat dihapuskan, kemudian memerintahkan mereka bertaubat untuk masa yang akan mereka hadapi. Barangsiapa memiliki sifat seperti ini, niscaya Alloh akan memudahkan rizkinya, melancarkan urusannya dan menjaga keadaannya.

Ya Alloh, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memiliki sifat taubat dan istighfar, dan mudahkanlah rizki-rizki kami, lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadan-keadaan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengabulkan do’a. Aamiin,

Dalam ayat lain, Alloh berfirman, di dalam Qur’an Surat Hud ayat ke-3, yang artinya,

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya. Jika kamu mengerjakan yang demikian, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus-menerus kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan balasan keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat”.

Pada ayat yang mulia ini, terdapat janji-janji dari Alloh berupa kenikmatan yang baik kepada orang yang ber-istighfar dan bertaubat. Dan maksud dari firmanNya, “Niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus menerus kepadamu”, sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Abbas adalah.

“Ia akan menganugrahi rezeki dan kelapangan kepada kalian”.

Sedangkan Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan, ”Inilah buah istighfar dan taubat. Yakni Alloh akan memberikan kenikmatan kepada kalian dengan berbagai manfaat berupa kelapangan rizki dan kemakmuran hidup, serta Ia tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang dilakukanNya terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian”.

Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi berkata, ”Ayat yang mulia tersebut menunjukkan, bahwa ber-istighfar dan bertaubat kepada Alloh dari dosa-dosa, adalah sebab sehingga Alloh menganugrahkan kenikmatan yang baik kepada orang yang melakukannya sampai pada waktu yang ditentukan. Alloh memberikan balasan yang baik atas istighfar dan taubat itu dengan balasan berdasarkan syarat yang ditetapkan”.

Dalil lainnya bahwa istighfar dan taubat adalah diantara kunci-kunci rezeki, yaitu hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ia berkata, Rosululloh bersabda,

“Barangsiapa memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Alloh, niscaya Alloh menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar, dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Alloh akan memberinya rizki yang halal dari arah yang tidak disangka-sangka”.

Dalam hadits yang mulia ini, Nabi mengabarkan tentang tiga hasil yang dapat dipetik oleh orang yang memperbanyak istighfar. Salah satunya yaitu, bahwa Alloh Yang Maha Memberi rizki, Yang Memiliki kekuatan akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak diharapkan, serta tidak pernah terdetik dalam hatinya.

Karena itu, kepada orang yang mengharapkan rezeki, hendaklah bersegera untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Alloh baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Dan hendaknya setiap Muslim waspada, sekali lagi hendaknya waspada, dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan. Sebab ia adalah pekerjaan para pendusta.

Demikianlah pembahasan kita pada edisi kali ini, mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dan hikmahnya. Semoga bermanfaat. Wallohu a’lam.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

%d blogger menyukai ini: