PARLEMEN Jepang pada hari Rabu (20/1/2016) menyetujui bantuan kemanusiaan senilai $ 350 juta dolar bagi pengungsi di Suriah dan Irak.

Dilansir World Bulletin, bantuan sebesar 350 juta dolar telah dimasukkan dalam anggaran tambahan untuk tahun fiskal yang berakhir pada bulan Maret telah disetujui anggota parlemen, menurut juru bicara parlemen dan seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang.

Dana tersebut digunakan untuk stabilisasi Suriah dan Irak”, ujar Menteri Luar Negeri Fumio Kishida pada hari Selasa (19/1/2016).

Jepang akan menyalurkan upaya bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi, seperti penyediaan makanan, air dan pendidikan, serta stabilisasi daerah untuk dibebaskan dari aturan terorisme,” imbuh Kishida.

Jepang, yang akan menjadi tuan rumah KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Kelompok Tujuh tahun ini, berencana untuk mengangkat isu-isu termasuk terorisme, Timur Tengah, pengungsi dan pengungsi internal.

Selain hal tersebut, Pemerintah Jepang juga akan membantu menciptakan masyarakat tahan terhadap radikalisasi, dan bekerja untuk mengembalikan masyarakat yang toleran dan stabil di Timur Tengah. [ry/islampos]

Austria menyatakan pada hari Rabu hal itu akan menutup jumlah migran yang diizinkan untuk mengklaim suaka tahun ini kurang dari setengah jumlah tahun lalu. Sehingga kanselir mengatakan kontrol perbatasan akan diperketat secara signifikan.

Hingga kini sekitar 20 pencari suaka yang mencapai Finlandia dari Rusia di pos pemeriksaan Salla, menurut penjaga perbatasan Finlandia. Tahun lalu, hanya 700 dibuat persimpangan yang sama.

Sementara Norwegia mengirimkan bus pertama yang membawa 13 imigran dari Suriah, Afghanistan, Yaman dan Pakistan kembali melintasi perbatasan Arktik dengan Rusia pada hari Selasa malam.

Menteri Imigrasi dan Integrasi Sylvi Listhaug menuturkan kepada parlemen pemerintah bahwa para pengungsi yang kembali hanya mereka yang memiliki visa jangka panjang untuk tinggal di Rusia. [ry/islampos]

%d blogger menyukai ini: