Jerman mengkhawatirkan aktivitas anti-Islam sayap kanan di ibu kota Saxony, Dresden. Selama bertahun-tahun, Dresden dianggap sebagai kubu sayap kanan dan tempat asal gerakan Pegida yang anti-Islam.

seorang penasihat dari Partai Ultra-kiri Die Partei, Max Aschenbach  mengatakan bahwa Situasi saat ini merupakan ancaman bagi masyarakat demokratis. Hal ini sebagaimana diungkap media hari ahad kemarin.

Aschenbach mengatakan, politisi tidak melakukan upaya yang cukup untuk mengakhiri islamophobia. Kata Max, resolusi menyerukan untuk membantu para korban agresi ultra-kanan, membela minoritas nasional dan memperkuat demokrasi.

Sebelumnya Kota Dresden sendiri telah mendeklarasikan Nazinotstand atau ‘Darurat Nazi’ dengan menyatakan kota itu memiliki masalah serius dengan politik sayap kanan. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: