Pemerintah Jordania menginformasikan kepada penjajah Israel, bahwa pihak mereka melarang warga Israel memasuki kawasan Baqurah dan Ghamar yang menjadi bagian wilayah Jordania mulai Ahad depan. Hal itu sesuai dengan berakhirnya kesepakatan penyewaan lahan antara Israel dan kerajaan Jordania.

Dilansir Pusat Informasi Palestina, Jumat kemarin dikabarkan bahwa pihak Jordania dalam beberapa pekan terakhir menolak usulan Israel untuk memasukan syarat pembebasan dua tawanan Jordania; Heba Labdi dan Abdul Rahman Mari dalam perjanjian wilayah Baqurah dan Ghamar. Israel meminta perpanjangan waktu bagi para petani Israel sampai mereka mendapatkan lahan pertanian baru.

Para pejabat Jordania saat melakukan perundingan dengan delegasi Israel, memperingatkan jika Israel terus melakukan pelanggaran dalam masalah ini, maka akan berdampak pada hubungan antara Jordania dan Israel.

Disebutkan bahwa kesepakatan yang dicapai antara Jordania dan Israel menyebutkan, wilayah Baqurah dan Ghamar disewakan kepada Israel selama 25 tahun, kemudian kembali kepada kendali Jordania saat waktu kesepakatan berakhir.

Jordania merupakan salah satu Negara yang memiliki perjanjian damai dengan Israel dan melakukan kerjasama bilateral, dimana Jordania memiliki kedutaan besar di Tel Aviv, dan Israel memiliki kedutaan besar di Amman. (suaraislam.id/admin)

%d blogger menyukai ini: