Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau KAMMI menuntut agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU P-KS tidak disahkan oleh DPR. Jika lembaga legislatif tetap menyetujui RUU tersebut, KAMMI mengancam akan melakukan aksi sejuta umat bersama seratus lebih ormas.

Koordinator Lapangan aksi tersebut, Reviana Revitasari mengatakan bahwa RUU P-KS merupakan sebuah RUU yang terlalu memaksa untuk disahkan. Hal itu dikarenakan RUU tersebut sudah ada sejak tahun 2014. Menurut Reviana RUU P-KS ini seperti bola yang digelindingkan ke DPR yang memaksa untuk dibahas. Padahal dari 2014, dan sepanjang pembahasan tidak ada perubahan yang signifikan.

Reviana pun menegaskan jika RUU P-KS tetap disahkan maka pihaknya akan melakukan aksi sejuta umat dalam rangka menolak RUU tersebut.

KAMMI dengan tegas menolak pengesahan RUU P-KS karena dinilai tak sesuai dengan moralitas bangsa Indonesia. Reviana menegaskan bahwa RUU P-KS sarat dengan nilai liberalisme yang mengabaikan Pancasila, ketahanan keluarga, agama dan moralitas bangsa Indonesia.

%d blogger menyukai ini: