Cox Bazar, Rohingya – Kepala Kamp Kutupalang Rohingya, di distrik Cox Bazar, Ansor Ali mengatakan bahwa pihaknya tengah menghadapi masalah serius. Badai telah menerjang dan menghancurkan kamp pengungsi Rohingya.

Badai itu juga menghantam kamp-kamp lain termasuk Balukhali dan Palangkhali dan menghancurkan gudang-gudang.

Ansor Ali mengatakan hal sulit juga dialami perempuan, karena sebagian besar toilet telah benar-benar hancur.

Ayesha Akter, seorang pengungsi yang tinggal di Modhur Chara dari kamp Kutupalang, mengatakan kepada bahwa sekarang mereka terpaksa untuk berdiri di bawah langit terbuka.

Ia mengatakan, dirinya mungkin terbiasa hidup di bawah langit terbuka tanpa tempat berlindung, namun ia tidak mampu membayangkan bisa hidup tanpa toilet.

Ziaul Haq dari kamp Kutupalang mengatakan bahwa musim badai baru saja dimulai. Dia mendesak pemerintah Bangladesh dan badan-badan bantuan internasional untuk membangun tempat perlindungan yang dapat menahan musim hujan yang akan datang, yang biasanya melihat badai besar, tornado, dan angin topan.

Namun, Komisaris Komisi Pemulihan dan Repatriasi Rohingya, Mohammed Abul Kalam Azad, mengatakan bahwa ia tidak diberi informasi tentang bencana ini. Pihaknya akan menyelidiki masalah ini dan merekomendasikan kepada pihak berwenang terkait untuk bantuan mendesak. (hidayatullah/admin)

%d blogger menyukai ini: