Kampanye kebencian dan ancaman kematian yang dipelopori oleh media dan politisi italia terhadap Silvia Romano semakin meningkat. Alasannya adalah karena dia masuk islam ketika ditahan oleh militan islam. Romano adalah seorang pekerja bantuan Italia yang diselamatkan minggu lalu setelah dia diculik 18 bulan lalu di Afrika Timur.

wakil Partai Liga sayap kanan Italia, Alessandro Pagano menyebut Romano sebagai “teroris baru”. Sementara Wakil Ketua DPR Mara Carfanya, mengatakan kata-kata Pagano tidak dapat diterima, beberapa anggota partai lain memintanya untuk memohon maaf atas kata-katanya.

Romano yang berusia 24 tahun, disambut oleh Perdana Menteri Guiseppe Conte (giusepe konte) ketika tiba di Italia pada hari Ahad yang lalu. Namun, begitu terungkap bahwa dia masuk Islam dengan kesadaran sendiri dan mengenakan pakaian berkerudung yang menutupi rambutnya, media-media Italia meluncurkan kampanye kebencian langsung terhadapnya.

Seorang politisi dari provinsi Treviso memposting di Facebook bahwa Romano harus digantung. Postingan itu dengan cepat dihapus.

Ketika pidato kebencian di media sosial terhadap Romano terus meningkat, hakim di kota utara Milan telah membuka penyelidikan terhadap ancaman tersebut, dan polisi telah meningkatkan patroli di sekitar rumahnya.

Milisi al-Syabaab menangkap Romano, pada November 2018 silam.  Dia ditemukan di Somalia, sekitar 30 kilometer di luar ibukota Mogadishu dan dibebaskan pada hari Ahad berkat upaya Badan Intelijen Nasional Turki.

%d blogger menyukai ini: