Keburukan Syirik

Syirik perbuatan menyekutukan Alloh adalah dosa yang amat besar, karena Alloh subhanahu wata’ala menegaskan bahwa Dia tidak akan mengampuninya bagi siapa saja yang tidak bertaubat dari dosa syirik tersebut. Dan jika seseorang mati dalam keadaan berbuat syirik menyekutukan Alloh, maka kelak tempat kembalinya di akhirat adalah Neraka.

Diriwayatkan dari Jabir radhiallohu anhu, ia berkata, “seorang Arab Badui datang dan bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, apa dua hal yang memastikan seseorang masuk surga atau masuk neraka itu?’ Beliau bersabda,

(( مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بالله شَيئاً دَخَلَ الجَنَّةَ، وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً دَخَلَ النَّار ))

‘Barangsiapa mati dengan tidak menyekutukan sesuatu apapun dengan Alloh, maka ia akan masuk surga. Dan barangsiapa mati dengan menyekutukan sesuatu dengan Alloh, maka ia akan masuk neraka.” (HR. Muslim)

Kasih sayang Alloh sangatlah Luas

Kasih sayang Allah atas hamba-Nya sangatlah besar, tapi Allah juga mempunyai sifat murka, sebagaimana Allah menciptakan surga, maka Allah juga menciptakan neraka. Namun, kasih sayang Allah ta’ala lebih dahulu ada dan lebih luas daripada murka-Nya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh radhiallohu anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

(( لَمَّا خَلَقَ الله الخَلْقَ كَتَبَ في كِتَابٍ، فَهُوَ عِنْدَهُ فَوقَ العَرْشِ: إنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبي )).

“Ketika Alloh menciptakan semua makhluk, Alloh menuliskan di dalam kitab di sisi-Nya di atas ‘Arsy: “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Mengumpulkan Antara Takut Dan Harapan

Sudah seharusnya bagi seorang muslim untuk memiliki rasa harap dan takut dalam dirinya. Yaitu senantiasa berharap atas rahmat Allah dan tidak berputus asa darinya, dan senantiasa takut akan datangnya adzab dan siksa Allah ta’ala.

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh radhiallohu anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

(( لَوْ يَعْلَمُ الْمُؤمِنُ مَا عِنْدَ الله مِنَ العُقُوبَةِ ، مَا طَمِعَ بِجَنَّتِهِ أَحَدٌ ، وَلَوْ يَعْلَمُ الكَافِرُ مَا عِنْدَ الله مِنَ الرَّحْمَةِ، مَا قَنَطَ مِنْ جَنَّتِهِ أحَدٌ ))

“Jika seorang muslim mengetahui siksa yang ada di sisi Alloh, maka tidak ada seorang pun dari mereka yang berambisi ke surga-Nya. Dan jika seorang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Alloh, maka tak seorang pun dari mereka yang putus asa untuk mendapatkan surga-Nya.” (HR. Muslim)

Keutamaan Menangis Karena Takut Kepada Allah

Menangis adalah sesuatu yang fitrah, sebuah sunnatullah yang diberlakukan oleh Allah untuk setiap hamba-Nya. Menangis yang disebabkan karena takut kepada Allah merupakan salah satu sifat orang-orang mukmin. Sebab orang yang berhati keras dan mempunyai banyak dosa tidak akan dapat meneteskan air mata takwanya untuk Allah subhanahu wata’ala.

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh radhiallohu anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

(( لاَ يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ الله حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ وَلاَ يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِي سَبِيلِ الله وَدُخَانُ جَهَنَّمَ ))

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Alloh hingga air susu kembali masuk ke asal tempat keluarnya. Dan debu peperangan dijalan Allah tidak akan pernah menyatu selamanya dengan asap api neraka.” (HR. At-Tirmidzi)

Penyakit Cinta Dunia

Banyak manusia di dunia ini yang mereka terlena dengan keindahan dunia yang semu ini, dan lupa bahwa setelah kehidupan dunia yang sementara ini masih ada kehidupan lain yang kekal abadi.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudriy radhiallohu anhu, ia berkata, “Di saat Nabi shallallahu alaihi wasallam duduk di atas mimbar, kami pun duduk di sekeliling beliau. Kemudian beliau bersabda,

(( إنَّ ممَّا أخَافُ عَلَيْكُمْ مِنْ بَعْدِي مَا يُفْتَحُ عَلَيْكُمْ مِنْ زَهْرَةِ الدُّنْيَا وَزِينَتِهَا ))

“Sesungguhnya di antara hal yang paling kukhawatirkan terjadi pada kalian sepeninggalku adalah ketika dibukakan untuk kalian semua berupa bunga-bunga dunia dan keindahannya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hakikat Harta Dunia

Hakikat harta yang sesungguhnya adalah pakaian yang kita pakai, makanan yang sudah kita makan, dan  harta yang sudah kita sedekahkan.

Diriwayatkan dari Abdulloh bin Syikhkhir radhiallohu anhu, ia berkata, “Aku datang kepada Nabi ketika beliau membaca ayat: (bermegah-megahan telah melalaikan kamu), kemudian beliau bersabda,

(( يَقُولُ ابْنُ آدَمَ : مَالِي، مالي، وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلاَّ مَا أكَلْتَ فَأفْنَيْتَ، أَو لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ، أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ؟! ))

‘Anak Adam berkata, ‘Hartaku, hartaku’. ‘Apakah engkau memiliki harta wahai anak Adam selain apa-apa yang engkau makan sehingga habis, atau apa-apa yang engkau pakai sehingga lusuh, atau yang engkau shadaqahkan sehingga berlalu?’.” (HR. Muslim)

Keutamaan Orang Miskin

Banyak manusia yang memandang remeh dan hina terhadap orang-orang miskin, namun ternyata mereka di hadapan Allah adalah orang-orang yang mulia yang kelak menjadi mayoritas penghuni surga, yaitu orang miskin yang beriman, sabar dan mematuhi segala perintah dan larangan Allah.

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid radhiallohu anhuma, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

(( قُمْتُ عَلَى بَابِ الجَنَّةِ، فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا المَسَاكِينُ، وَأصْحَابُ الجَدِّ مَحبُوسُونَ، غَيْرَ أنَّ أصْحَابِ النَّارِ قَدْ أُمِرَ بِهِم إِلَى النَّارِ ))

“Aku berdiri di depan pintu surga dan ternyata kebanyakan yang memasukinya adalah orang-orang miskin, ketika orang-orang kaya masih tertahan untuk di hisab amalnya. Kecuali ahli neraka, mereka di perintahkan langsung masuk neraka.” (HR. Bukhori dan Muslim)

%d blogger menyukai ini: