Badan Dana Populasi Perserikatan Bangsa-bangsa  pada Rabu kemarin  mengumumkan akan menutup 100 lebih  fasilitas kesehatan di Yaman pada bulan September karena kurangnya dana.

Pada bulan September, Dana Penduduk PBB akan menutup 100 lebih  fasilitas kesehatan di Yaman, yang saat ini didukung  oleh Dana Moneter Internasional dengan menawarkan layanan kesehatan reproduksi.

Dana Penduduk PBB menambahkan, rencana ini akan berdampak pada lebih dari satu juta wanita hamil dan ibu menyusui yang membutuhkan perawatan segera karena kekurangan gizi akut dan memburuknya bantuan medis. Badan itu kemudian menekankan perlunya aliran keuangan dari para donatur untuk menyelamatkan nyawa.

Badan-badan PBB yang bekerja di Yaman telah mengeluh tentang kurangnya dana untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan kesehatan di Yaman.

Perang Yaman telah memasuki tahun kelima. Krisis dimulai setelah pemberontak Hutsi yang didukung oleh Iran mengambil alih pusat-pusat kota, termasuk ibu kota Sanaa, sejak September 2014.

Sejak Maret 2015, koalisi militer Arab, yang dipimpin oleh negara tetangga, Arab Saudi, telah mendukung pasukan pemerintah Yaman melawan Hutsi.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Mark Lowcock, mengatakan pertempuran dengan lebih dari 30 front di Yaman merenggut nyawa sekitar 70 ribu orang sejak awal 2016. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: