Ada banyak inovasi yang akan dilakukan pemerintah melalui Kementerian Agama pada penyelenggaraan haji tahun ini. Menurut Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Muhajirin Yanis, inovasi itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan haji kepada jamaah haji Indonesia. Adapun kesepuluh inovasi tersebut, sebut Muhajirin, yaitu adanya kloter berbasis wilayah. Muhajirin menjelaskan, penyusunan kloter haji t akan dilakukan lebih awal untuk mengefektifkan bimbingan manasik di kecamatan. Sebab, pembentukan regu dan rombongan dalam kloter akan berbasis wilayah.

Selain itu juga ada fasilitas Pelayanan Terpadu dan Sistem Pelaporan. Kemenag akan mengefektifkan sistem pelayanan terpadu di tingkat Daker, terutama Daker Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Di samping itu, akan dilakukan penyempurnaan sistem pelaporan berbasis aplikasi mobile untuk laporan kloter. Pelayanan petugas juga akan terintegrasi dengan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu atau Siskohat.

Konsumsi jamaah haji akan diberikan secara penuh selama di Makkah. Kemenag akan tetap memberikan layanan konsumsi pada masa puncak, yakni tiga hari sebelum dan dua hari setelah puncak haji. Selain itu, layanan ditingkatkan dengan penyederhanaan proses visa. Mulai tahun ini, verifikasi dan visa request tidak terpusat, tetapi bisa dilakukan di Kantor Wilayah Kemenag.

https://www.hidayatullah.com/

%d blogger menyukai ini: