Jakarta – Kementerian Agama masih dalam proses menyelesaikan buku putih Moderasi Beragama. Buku ini dinilai masih perlu diperkaya dengan berbagai pandangan para cendekiawan atau tokoh dari berbagai agama serta kalangan aktivis yang fokus pada soal moderasi agama.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenag, Mastuki. Dia mengungkapkan, penyusunan buku putih Moderasi Beragama sudah mencapai tahap akhir. Naskah yang ada akan diluncurkan jika sudah melewati proses penelaahan dari berbagai kalangan di luar Kemenag.

Jika ada masukan baru, isi buku tersebut akan direvisi terlebih dahulu. Rencananya, buku itu paling cepat diluncurkan pada April nanti.

Dia menjelaskan, buku Moderasi Agama merupakan panduan untuk memudahkan pejabat maupun aparatur sipil negara di direktorat jenderal, kantor-kantor wilayah, dan perguruan tinggi yang berada di bawah Kemenag. Dengan buku itu, mereka diharapkan dapat memahami moderasi agama, sesuai dengan perspektif agama masing-masing.

Isi buku itu secara umum, lanjut Mastuki, yaitu soal bagaimana beragama pada titik yang moderat. Buku ini dimaksudkan sebagai acuan setiap ASN berdasarkan masing-masing agamanya. Misalnya, semua ASN yang beragama Islam, maka harus memahami moderasi beragama menurut pandangan Islam.

Mastuki melanjutkan, isi buku tersebut akan diterapkan ke masing-masing direktorat jenderal ataupun unit-unit teknis di lingkungan Kemenag. Misalnya, Litbang Kemenag yang nantinya melakukan penelitian dalam lingkup tema-tema atau konsep moderasi agama. Demikian pula dalam pendidikan dan pelatihan.

Mastuki mengungkapkan, semua tokoh agama di Indonesia diharapkan turut mendiskusikan ihwal moderasi beragama. Dalam buku itu, bakal dijelaskan apa itu moderasi agama, apa dasarnya, mengapa moderasi agama, bagaimana cara memahami moderasi beragama, dan berbagai hal-hal lain yang berkaitan. (republika/admin)

%d blogger menyukai ini: