Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama meresmikan program percontohan daerah binaan di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengatakan Program Percontohan Daerah Binaan ini adalah salah satu inovasi Bimas Islam Kementerian Agama. Ia berharap dampak program menjadi lebih luas dan manfaatnya semakin dirasakan.

Amin mengatakan, program Percontohan Daerah Binaan ini merupakan bentuk kerja sama Kemenag dengan sejumlah lembaga seperti Baznas, LAZ, Dompet Dhuafa, dan beberapa lembaga lain. Penamaan desa Indragiri Hilir sebagai Kampung Zakat ini bertujuan untuk membangun masyarakat yang mandiri dan kuat melalui pemberdayaan masyarakat berbasis dana zakat, infak, dan sedekah.

Mandiri dalam pengertian ekonomi, pendidikan, pembinaan keagamaan (dakwah), kesehatan, dan sosial kemanusiaan.

Program ini didisain selama kurun waktu tiga tahun, yaitu fase perintisan, pelaksanaan, dan selanjutnya adalah kemandirian. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan Sembako sebanyak 250 paket, Program Wakaf Produktif, bantuan renovasi masjid di tiga lokasi dan mushalla di lima lokasi, serta pemberian bantuan terhadap lima ormas Islam dan lima majelis taklim.

Bantuan juga diberikan dalam bentuk program pembinaan imam masjid, remaja masjid, temu konsultasi paham keagamaan, pemberian bantuan Al-Quran, juz amma, buku keagamaan dan perlengkapan alat shalat. (khazanah.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: