Anggota DPR Aceh Fraksi PKS Tengku Irawan Abdullah bereaksi terhadap hasil survei indeks Kerukunan Umat Beragama atau KUB 2019 oleh Kementerian Agama. Hasil survei tersebut menempatkan Aceh sebagai provinsi paling buruk dalam indeks kerukunan umat beragama. Irawan lantas mempertanyakan metodologi survei Kemenag RI sebab bertentangan dengan realitas yang ada di Aceh.

Menurut tengku Irawan, hal itu adalah bentuk pelecehan nilai syariat karena Aceh sebagai propinsi satu-satunya yang terapkan nilai syariat. Hal ini sebagaimana diungkapkan Irawan di Banda Aceh, Kamis kemarin.

Irawan menyebut, bagi mereka yang pernah datang ke Aceh bisa dengan terang benderang menyaksikan Aceh sebagai sebuah propinsi yang paling aman dan bebas dari penistaan agama. Masyarakat Aceh memiliki interaksi sosial yang tidak berisiko serta kerukunan yang tidak ternoda.

Irawan bahkan menegaskan jika jajaran Kementerian Agama pusat harus sering-sering datang dan berinteraksi di Aceh. Agar hasil survei tidak provokatif bahkan cenderung menyesatkan. Irawan meminta pola-pola kebijakan provokasi seperti ini harus dihentikan. Irawan menegaskan siapa saja jangan pernah memprovokasi seolah-olah penerapan syariat di Aceh tidak membawa manfaat.

%d blogger menyukai ini: