Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Muhammadiyah Amin mengatakan bulan baru atau hilal 1 Zulhijah 1440 Hijriyah terpantau di 10 titik di Indonesia. Amin menjelaskan bahwa Rukyatul hilal dilakukan di 92 titik. Berdasarkan laporan dari daerah yang menyaksikan hilal dan disumpah pengadilan ada 10 titik yang melihat hilal. Hal ini sebagaimana diungkapkan Amin dalam jumpa pers Sidang Isbat awal Zulhijah 1440 Hijriyah di Jakarta, Kamis kemarin.

Jika hilal terlihat, kata dia, maka bulan Dzulqo’dah menjadi 29 hari sehingga pada 1 Agustus petang hingga 2 Agustus petang masuk 1 Zulhijjah. Amin mengatakan dengan penetapan 1 Zulhijjah 1440 Hijriah pada Jumat, maka Hari Raya Idul Adha pada 10 Zulhijjah 1440 Hijiriyah akan bersamaan pada Ahad tanggal 11 agustus di Indonesia.

Adapun pergantian hari dalam kalender Islam berbeda dengan penanggalan Masehi. Kalender Hijriyah dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi atau revolusi bulan. Pergantian hari dan tanggal penanggalan Islam dimulai dari petang atau saat matahari tenggelam.

Hal itu berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan penghitungan revolusi bumi terhadap matahari. Pergantian hari dalam kalender Masehi yaitu pada saat tengah malam pukul 24.00.

%d blogger menyukai ini: