Kepala Amnesti Internasional, berjanji bahwa kelompok hak asasi itu tidak akan bungkam atas intimidasi oleh pemerintah Perdana Menteri India Narendra Modi terhadap Kashmir.

Investigator kejahatan keuangan India baru-baru ini menuduh cabang lokal Amnesti melanggar peraturan valuta asing dengan mengambil uang dari kantor pusatnya yang berbasis di London.

Klaim itu muncul setelah Amnesti secara vokal mengkritik pemerintah nasionalis Hindu atas Kashmir, yang merupakan satu-satunya negara bagian berpenduduk mayoritas Muslim di India.

Pemerintah Modi telah menindak organisasi non-pemerintah asing sejak berkuasa pada 2014, menangguhkan atau melarang ribuan kelompok karena menerima uang dari luar negeri.

Amnesti telah menghadapi kritik pedas dari sayap kanan India karena sikapnya terhadap Kashmir, di mana pihak berwenang sebagian besar telah mematikan internet, layanan seluler, dan sambungan telepon rumah.

India berargumen bahwa tindakan tersebut  bersifat sementara dan telah membantu memastikan ketenangan di Kashmir, menuduh saingannya Pakistan berusaha untuk menimbulkan masalah. (arrahmah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: