Muktamar Persatuan Pelajar Islam Asia Tenggara yang digelar di Internasional Islamic University Malaysia, Malaysia pada tanggal 1 sampai 4 November 2019 menjadi ajang persatuan para pelajar Islam. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, Zuhad Aji Firmantoro di Kuala Lumpur pekan ini.

Zuhad menekankan, Muktamar tersebut menjadi momen yang tepat bagi pelajar dan pemuda Asia Tenggara, terutama yang tergabung dalam muktamar persatuan pelajar islam asia tenggar, untuk memperkuat ukhuwah dan konsolidasi untuk kejayaan Islam di kawasan Asia Tenggara, bahkan dunia. Menurutnya, ukhuwah penting mengingat tantangan bagi umat Islam saat ini semakin berat. Menurut Zuhad Aji, Islam dan umat Islam saat ini sedang diperhadapkan dengan berbagai macam permasalahan, seperti politik, pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi.

Terlepas dari beberapa isu itu, Zuhad Aji dalam forum Muktamar lebih khusus menyoroti isu Islamofobia. Ia pun membeberkan contoh gejala Islamofobia yang saat ini terjadi di Indonesia. Menurutnya, gejala-gejala Islamofobia itu muncul dalam istilah-istilah radikalisme, terorisme, intoleransi, dan ekstremisme yang sasaran tembaknya adalah menyudutkan Islam dan umat Islam.

Oleh karena itu, Muktaram diharapkan menghasilkan konsep dan formula khusus untuk menangkal Islamofobia. (hidayatullah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: