Qona’ah adalah sikap menerima dengan ikhlas semua pemberian Allah kepadanya. Sikap ini akan menjadikan seorang hamba senantiasa yakin dan berprasangka baik bahwa Allah telah memberikan kenikmatan sesuai ukuran kebutuhannya. Oleh karena itu, ia akan selalu bersyukur kepada Allah

Diriwayatkan dari Abdulloh bin Amr bin Ash radhiallohu anhuma, Nabi bersabda,

(( قَدْ أفْلَحَ مَنْ أسْلَمَ، وَكَانَ رِزْقُهُ كَفَافاً، وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ ))

“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan diberikan oleh Allah sikap qana’ah, yaitu merasa cukup dengan apa-apa yang telah dikaruniakan oleh Allah kepadanya.” (HR. Muslim)

Kesederhanaan tempat tidur Rosululloh

Kesederhanaan adalah sebagian dari potret kehidupan Rasulullah Beliau ingin menunjukkan bahwa kesederhanaan dan sifat qanaah adalah wujud kekayaan yang hakiki.

Diriwayatkan dari Aisyah radhiallohu anha, ia berkata,

كَانَ فِرَاشُ رسول الله صلى الله عليه وسلم مِنْ أُدْمٍ حَشْوُهُ لِيفٌ.

“Tempat tidur Rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu terbuat dari kulit, dan isinya adalah sabut.” (HR. Bukhari)

Qonaah pada pribadi Rosululloh shallallahu alaihi wasallam

Nabi berdoa untuk menjadi orang kaya. Dan permintaan kaya yang beliau inginkan bukan banyak harta, namun keadaan cukup, sehingga tidak mengharapkan apa yang dimiliki orang lain.

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh Nabi pernah berdoa,

(( اللَّهُمَّ اجْعَلْ رِزْقَ آلِ مُحَمّدٍ قُوتاً ))

“Ya Allah, jadikanlah rezeki untuk keluarga Muhammad adalah sebatas untuk kebutuhan pokoknya.” (HR. Muslim)

Keutamaan Orang Yang Bersedekah

Rasululloh telah mengajarkan umatnya untuk menjadi manusia yang lebih banyak membantu orang lain, yaitu dengan banyak memberi daripada meminta, baik dengan harta atau yang lainnya.

Diriwayatkan dari Hakim bin Hizam radhiallohu anhu, Nabi bersabda,

(( اليَدُ العُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنىً، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفُّهُ الله، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغنهِ الله ))

“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah memberikan sedekah kepada orang-orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah yang masih meninggalkan kekayaan. Barangsiapa memelihara diri dari meminta, maka Alloh akan memelihara dirinya. Dan barangsiapa merasa cukup, maka Alloh akan mencukupinya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Anjuran Untuk Makan Dari Hasil Usaha Tangan Sendiri

Di antara sifat mulia yang dimiliki oleh para Nabi alaihimussalam dan orang-orang yang shaleh, adalah mencari nafkah yang halal dari hasil usaha mereka sendiri.

Diriwayatkan dari Miqdam bin Ma’dikarib radhiallohu anhu, Nabi bersabda,

(( مَا أكَلَ أَحَدٌ طَعَاماً قَطُّ خَيْراً مِنْ أنْ يَأكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِه، وَإنَّ نَبيَّ الله دَاوُدَ عليه السلام كَانَ يَأكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ))

“Tidak ada seorang hamba yang memakan satu makananpun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Alloh Daud alaihis salam makan dari hasil kerja tangannya sendiri.” (HR. Bukhori)

 Murah Hati Dan Dermawan

Doa Malaikat adalah doa yang mustajab. Dan di antara doanya, Malaikat akan mendoakan seorang hamba yang memperhatikan nafkah keluarganya dan gemar bersedekah agar mendapatkan ganti dan memperoleh keberkahan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh radhiallohu anhu, Nabi bersabda,

(( مَا مِنْ يَوْمٍ يُصبحُ العِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزلانِ، فَيَقُولُ أحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أعْطِ مُنْفِقاً خَلَفاً، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أعْطِ مُمْسِكاً تَلَفاً ))

“Tidaklah para hamba berada di pagi hari, melainkan pada pagi itu terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak’, sedang yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan harta kepada orang yang enggan berinfak.” (HR. Bukhori dan Muslim)

%d blogger menyukai ini: