Koalisi yang dipimpin Saudi mengatakan telah melancarkan operasi militer baru terhadap pemberontak Syiah Hutsi Yaman. Ini menjadi operasi pertama sejak serangan terhadap industri minyak kerajaan.

Sebelumnya, Hutsi mengatakan bahwa operasi yang dilakukan serius, dan membahayakan gencatan senjata di sekitar kota pelabuhan utama Hudaidah.

Pemimpin pemberontak, Mohammed Abdessalem  mengatakan, Penggerebekan intensif terhadap Hudaidah adalah eskalasi serius yang dapat merusak perjanjian Swedia merujuk pada gencatan senjata yang diawasi PBB yang disepakati pada Desember.

Operasi di utara negara yang dilanda perang tersebut terjadi setelah serangan terhadap dua fasilitas minyak Saudi akhir pekan lalu yang menghancurkan setengah produksi kerajaan, sehingga membuat ketegangan regional melonjak.

Koalisi mengatakan operasinya menghancurkan empat lokasi di utara Hudaidah yang digunakan oleh pemberontak untuk merakit kapal dan ranjau laut yang dikendalikan dari jarak jauh.

Menurut koalisi, situs-situs tersebut menjadi ancaman terhadap keamanan maritim di jalur pelayaran penting Bab al-Mandeb dan Laut Merah selatan.

Beberapa jam sebelum mengumumkan operasi, yang meredam gencatan senjata yang sudah rapuh di Hudaidah, koalisi mengatakan mereka mencegat perahu yang dikendalikan dari jarak jauh dan jebakan-jebakan yang digunakan pemberontak sebagai aksi teroris di selatan Laut Merah. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: