Ketua Komisi 8 DPR RI, Ali Taher Parasong mengatakan di Gedung MUI Pusat, bahwa label halal dari produk impor harus tetap ada jika masuk ke Indonesia. Sebab, produk halal untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat Islam. Konsistensi menjalankan undang-undang tentang produk halal itu juga akan melahirkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pembangunan ekonomi.

Ia meminta Undang-undang produk halal tidak dilihat dari sisi Islam semata-mata, tetapi juga dilihat dari pentingnya peningkatan kualitas kehidupan umat.

Ali menceritakan bahwa ia berturut-turut berkunjung ke Selandia baru. Di negara tersebut,  meskipun umat Islamnya tidak sampai dua persen, akan tetapi produk halal menjadi pilihan.

Ia juga menjelaskan bahwa produk halal, mulai dari penyembelihan, pengemasan, penggunaan sampai konsumsi diatur, sehingga kualitas higienitas dijaga dengan baik. Bukan semata-mata untuk kepentingan umat Islam, tetapi untuk menjaga mutu gizi bagi orang yang mengonsumsi termasuk barang dan obat-obatan

Wakil Dewan Pertimbangan MUI, Didin Hafiddudin menegaskan jaminan produk halal tetap harus ada. Sebab, ini menjadi bentuk perlindungan negara kepada umat Islam. Negara harus melindungi umat Islam dengan mencantumkan label halal. Maka, sebaiknya Permendag nomor 29 tahun 2019 itu direvisi.

sumber: kiblat

%d blogger menyukai ini: