Konferensi Gaza yang terdiri dari faksi-faksi nasional maupun Islam, menyepakati pentingnya membangun strategi nasional yang komprehensif untuk memecahkan kebuntuan dari kesepakatan Oslo yang telah menghancurkan perjuangan Palestina.

Para peserta konferensi menekankan perlunya menyepakati program nasional berdasarkan pendekatan perlawanan dan kekuatan rakyat Palestina, disamping memanfaatkan kelemahan musuh Zionis serta mengembalikan bangunan PLO untuk menghimpun seluruh elemen nasional.

Kesepakatan tersebut  muncul di tengah dialog nasional bertajuk, Keluar dari Oslo yang diadakan gerakan Jihad Islam di Kota Gaza, dihadiri seluruh perwakilan kelompok faksi nasional dan Islam.

Sekretaris Jenderal gerakan Jihad Islam, Ziad Nakholah mengatakan, Kesepakatan Oslo adalah pelajaran dan pengalaman terburuk yang dialami suatu bangsa. Ia juga mengatakan, perlawanan dan kesatuan prioritas utama dalam menghadapi proyek Israel.

Nakholah mengatakan, sejak hari pertama penandatanganan perjanjian Oslo, semua pihak yang menandatangani atau menghadirinya tahu bahwa rakyat Palestina, telah kehilangan 80 persen wilayah Palestina selamanya. Sementara sisanya juga tidak yakin akan dapat dimilikinya. (melayu.palinfo.com/admin)

%d blogger menyukai ini: