Kota terbesar kedua di Provinsi Idlib, Selasa kemarin dilaporkan jatuh ke tangan rezim Bashar Assad setelah pertempuran dan gempuran sengit. Kota tersebut hampir kosong dari penduduk setelah ditinggalkan warganya. Observatorium untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa pasukan rezim memasuki kota Maarat Al-Numan, kota terbesar kedua di provinsi Idlib, pada Selasa. Pergerakan militer rezim itu diiringi pertempuran sengit dan gempuran udara bertubi-tubi ke posisi pasukan oposisi.

Kemajuan militer Suriah ini diraih beberapa hari setelah rezim berhasil mengendalikan puluhan desa dan kota di sekitar Maarat Al-Numan. Secara bertahap posisi pejuang oposisi terblokade. Ia menambahkan bahwa bentrokan yang disertai dengan serangan udara Rusia dan Suriah sedang terjadi di bagian barat Maarat Al-Numan, yang hampir kosong dari keberadaan penduduk.

Maarat Al-Numan, kota terbesar kedua di provinsi Idlib dan kota paling besar di pedesaan Idlib, dikendalikan oleh oposisi Suriah sejak Oktober 2012. Sekitar tiga ratus ribu warga sipil yang tinggal di kota itu terpaksa pergi setelah rezim mulai membomnya sejak November tahun lalu.

Maarat Al-Numan terletak sangat strategis karena dilalui jalan internasional. Jalan itu menghubungkan Aleppo dan Idlib dengan wilayah Hama, Homs dan Damaskus, dari tengahnya.(www.kiblat.net).

%d blogger menyukai ini: