Pembaca muslimah yang dirahmati Alloh . Pada kesempatan yang berbahagia kali ini kita akan melanjutkan kembali kajian rubrik wanita islami adab-adab wanita muslimah yang selayaknya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tema Kriteria Ibu Shalehah. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dan ilmu yang bermanfaat dari pembahasan kali ini.

Pembaca muslimah yang dirahmati Alloh . Seorang ibu yang shalehah amatlah penting dalam kehidupan rumah tangga dan kehidupan anak-anak. Karena ibu adalah orang yang paling dekat dengan anak pada masa-masa balita. Inilah kesempatan untuk menanamkan aqidah keislaman dalam diri anak-anaknya dan mendidik sang buah hati untuk cinta kepada Alloh dan Rasul-Nya serta menjauhkan diri dari kemaksiatan dan akhlaq yang rusak. Ibu yang shalehah merupakan poros yang menentukan baik buruknya akhlaq seorang anak sholeh dan tolehnya seorang anak sehingga memilih calon ibu yang sholehah merupakan suatu hal yang urgen dan merupakan satu hak bagi anak-anak.

Umar bin Khaththab  berkata: ”Hak anak atas orang tuanya adalah memilihkan ibu yang Shalehah mengajarkan Al-Quran dan memilihkan nama yang baik”.

Dalam atsar ini jelas bahwa memilih ibu yang shalehah atau memilih istri yang shalehah merupakan sebuah keharusan karena sangat menentukan dalam keberlangsungan sebuah rumah tangga. Pembaca muslimah yang dirahmati Alloh, bahkan pendidikan itu telah dimulai sejak anak masih dalam kandungan. apa yang dimakan Ibu itu pula yang dimakan anak, apa yang biasa dimakan Ibu, itu pula yang membuat anak akrab dengan rasa makanan serupa. perasaan seperti apa yang biasa muncul pada Ibu, cenderung akan biasa muncul pula pada anak. demikian pula dengan akhlak sang Ibu, maka anakpun cenderung memiliki akhlak serupa, jika sang ibu shalehah, maka anak pun akan shalehah,  in syaa Alloh.

Keberadaan seorang ibu shalehah sangat diperlukan. karena seorang ayah yang shaleh tidak akan mampu sendirian mengamankan bentengnya. Keduanya harus bersama-sama menjaga putra dan putri mereka. Sejumlah kaum lelaki dikerahkan untuk membangun suatu masyarakat Islami akan sia-sia jika tidak mengikutsertakan kaum wanitanya. Karena wanitalah para penjaga generasi di masa depan merekalah yang menentukan terbentuknya sebuah tatanan masyarakat islami.

Imam Daruquthni meriwayatkan sebuah hadits dari jalur Aisyah  bahwa Rasulullah  berpesan “Pilihlah calon istri yang baik untuk menyemaikan keturunanmu karena wanita itu akan melahirkan anak menyerupai saudara-saudaranya!” Rasulullah juga bersabda “Pilihlah untuk meletakkan benih keturunanmu pada tempat-tempat yang shalehah!”.

Pembaca muslimah yang dirahmati Alloh Salah satu kriteria ibu shalehah adalah berjiwa pendidik. Ibu yang baik akan menjadi guru bagi anak-anaknya. Ibu merupakan sekolah bagi anak-anaknya. Anak akan menyerap semua dari kebiasaan ibunya. Anak bukan sekedar menyusu asinya tapi juga meniru dan merekam akhlak dan kepribadian ibunya karena sang ibu adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya.  seorang penyair arab mengatakan:

“Ibu adalah sekolah Jika engkau menyiapkannya maka engkau telah menyiapkan generasi yang baik dan tangguh”.

Ibu adalah penentu dan pengukir kepribadian  anak-anaknya. Kalau dia mengajarkan kebaikan kepada anak-anaknya maka dia telah mengukir kebaikan kepada anak-anaknya. Begitu juga sebaliknya. Maka sebagian para ulama’ mengatakan ‘mendidik itu seperti menanam benih’. Orang yang akan menanam tentu akan memilih lahan yang gembur agar tanamannya subur tumbuh dengan lebat dan berbuah dengan memuaskan. Demikian juga mendidik anak maka kita disuruh untuk memilihkan ibu yang cerdik dan pandai lagi Shalehah.

Pembaca muslimah yang dirahmati Alloh Suami juga harus memperhatikan pengetahuan yang dimiliki istrinya. Dengan bekal pengetahuan istri akan dapat mengatur urusan rumah dan mendidik anak dengan baik. Oleh karena itu seorang muslimah harus -mencari bekal ilmu dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk membantunya menjalankan fungsi seorang istri dan ibu meskipun hal ini membutuhkan waktu.

Pembaca muslimah yang budiman, Adapun sifat atau ciri-ciri seorang ibu berjiwa pendidik adalah: berilmu, amanah atau bertanggung jawab, kuat, adil, berkeinginan besar, konsisten, baik, jujur, penuh hikmah, dan sabar.

Sepuluh ciri-ciri tersebut hendaknya dimiliki oleh setiap wanita muslimah terlebih seorang ibu yang telah dikaruniai anak.

Wanita shalehah adalah harta simpanan paling berharga yang hakiki di dunia dan di akhirat bagi seorang laki-laki. Imam Tirmidzi meriwayatkan sebuah ladits dari Tsauban beliau berkata

‘Tatkala turun ayat “Orang- orang yang menimbun emas dan perak dan tidak dikeluarkan zakatnya di jalan Alloh(QS. At-Taubah: 34) ‘kami sedang dalam perjalanan bersama Rasulullah maka sebagian sahabat ada yang berkata Ayat ini turun berkenaan dengan emas dan perak. Jika kami tahu ada harta yang lebih baik lagi yang boleh disimpan kami akan mencarinya’.

Maka Rasulullah bersabda “Sebaik-baik harta simpanan adalah lisan yang selalu berdzikir hati yang selalu bersyukur dan istri shalehah yang bisa mendukung keimanan seorang mukmin”. (HR. Tirmidzi)

Oleh karena itu, pembaca muslimah yang dirahmati Alloh Jadilah wanita yang shalehah dan jadilah ibu yang shalehah pula karena kemuliaan seorang wanita terletak pada keshalehahanya. Wallahua’lam.

%d blogger menyukai ini: