Polisi Bangladesh menahan sekitar lebih dari 20 pengungsi Rohingya ketika mereka sedang dikumpulkan untuk diperdagangkan ke Malaysia melalui Teluk Bengal. Polisi menahan 18 perempuan Rohingya, tiga pria, dan satu anak yang sedang berkumpul di daerah pantai di desa Bahar Chara, di Teknaf Cox’s Bazar pada Senin malam.

Inspektur polisi di pos polisi Bahar Chara, Liakat Ali mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa para warga Rohingya akan diperdagangkan secara ilegal ke Malaysia melalui Teluk Bengal. Namun, polisi belum menangkap pelaku yang menjadi broker atau agen perantara terkait perdagangan manusia ilegal tersebut. Polisi mengirim kembali para pengungsi Rohingya ke kamp pengungsian pada Selasa kemarin.

Menurut harian lokal, hampir 800 warga Rohingya ditahan dalam upaya penegakan hukum di Bangladesh pada tahun lalu. Mereka ditahan karena dicurigai akan berangkat untuk diperdagangkan oleh broker. Sementara itu 29 broker yang memperdagangkan pengungsi Rohingya secara ilegal telah ditangkap.

Tujuh broker telah terbunuh dalam baku tembak dengan petugas penegak hukum. Tiga di antaranya adalah warga Rohingya, sementara empat lainnya adalah warga Bangladesh.

https://internasional.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: