Sekitar 27 ribu warga sipil telah meninggalkan rumah mereka di dalam zona de-eskalasi Idlib di Suriah selama tiga hari terakhir. Mereka melarikan diri karena serangan rezim dan sekutunya. Serangan rezim Bashar Asad, Rusia, dan kelompok-kelompok teroris yang didukung Iran di daerah perumahan di timur dan selatan provinsi Aleppo terus menggusur ribuan warga Suriah.

Menurut Kelompok Koordinasi Respons Suriah, warga sipil melarikan diri ke perbatasan Turki karena serangan yang melanggar perjanjian gencatan senjata antara Turki dan Rusia.

Karena meningkatnya populasi pengungsi, tenda-tenda di Idlib gagal memenuhi kebutuhan warga Suriah. Ribuan keluarga saat ini sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan dan terkatung-katung di perbatasan.

Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang. Namun, lebih dari 1.300 warga sipil telah tewas dalam serangan oleh rezim dan pasukan Rusia di zona de-eskalasi sejak saat gencatan senjata terus dilanggar.

Sejak meletusnya perang berdarah di Suriah pada 2011, Turki telah menampung 3,7 juta warga Suriah yang melarikan diri dari negara mereka, menjadikan Turki sebagai negara tuan rumah pengungsi terbaik di dunia.

https://www.arrahmah.com

%d blogger menyukai ini: