Lebih dari 3.700 warga sipil telah terbunuh di Suriah sejak Koalisi pimpinan Amerika meluncurkan kampanye militer yang diklaim menargetkan pejuang ISIS pada tahun 2014. Hal ini sebagaimana laporan kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Inggris pada Senin kemarin.

Dalam sebuah laporan yang menandai tahun kelima kampanye pimpinan Amerika di Suriah, Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan serangan koalisi Amerika merenggut nyawa 900 anak dan 650 wanita, sejak 23 September 2014.

Kota Roqqo di utara adalah tempat di mana sebagian besar korban sipil dilaporkan, selama serangan oleh pasukan koalisi yang mendukung kelompok teroris milisi kurdi. Korban sipil juga dilaporkan di Aleppo, Deir Azzur, Al-Hasakah, Idlib, Homs, dan Daraa. Menurut laporan itu, pasukan koalisi melakukan pembantaian sebanyak 172 kali dalam lima tahun.

Koalisi pimpinan Amerika juga menargetkan pemukiman sipil dalam beberapa serangan. Pemboman itu menargetkan sekolah dan pasar setidaknya 181 kali. Serangan-serangan tersebut telah memaksa lebih dari 560 ribu warga sipil meninggalkan rumah mereka di Raqqa, Deir Azzur dan Al Hasakah.

Turki telah menjadi rute utama bagi para pengungsi yang berusaha menyeberang ke Eropa, terutama sejak awal perang di Suriah pada tahun 2011. (arrahmah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: